Langsung ke konten utama

Allah Yang Kuasa

 Bismillah.

Allah Yang menguasai manfaat dan madharat. Allah berfirman (yang artinya), "Dan apabila Allah menimpakan kepadamu suatu bahaya maka tidak ada yang bisa menyingkapnya kecuali Dia. Dan apabila Dia menghendaki kebaikan padamu maka tidak ada yang bisa menolak karunia-Nya." (Yunus : 107)

Wabah atau musibah datang kepada manusia dengan kehendak dan takdir Allah. Maka hanya Allah juga yang bisa mengangkatnya. Oleh sebab itu sebab terbesar untuk terangkatnya musibah ini adalah berdoa dan bertawakal kepada Allah semata. Tanpa meremehkan sebab-sebab lahiriah. 

Dengan musibah ini semestinya kita semakin bergantung hati kepada Allah. Dan tidak layak kita gantungkan harapan kepada selain-Nya. Tawakal merupakan ibadah, dan memalingkan ibadah kepada selain Allah adalah bentuk kesyirikan.

Sebagaimana doa adalah ibadah yang wajib dimurnikan untuk Allah. Allah berfirman (yang artinya), "Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kalian menyeru bersama Allah siapa pun juga." (al-Jin : 18)

Hakikat taufik adalah ketika seorang hamba tidak disandarkan oleh Allah kepada dirinya. Karena setiap kita butuh kepada pertolongan Allah di sepanjang waktu, di mana pun dan kapan pun. Apakah itu di kala lapang maupun sempit. 

Banyak orang bisa merasa butuh kepada Allah ketika diuji dengan musibah dan kesempitan. Namun sebaliknya, betapa sedikit orang yang merasa butuh kepada Allah ketika berlimpah nikmat dan kemudahan. Wallahul musta'aan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baru Belajar

 Bismillah. Tidaklah diragukan bahwa belajar agama penting bagi setiap muslim. Karena dengan memahami agama seorang akan mengerti jalan kebenaran untuk diikuti dan mengenali jalan kebatilan untuk dijauhi. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya niscaya Allah akan pahamkan dia dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim) Untuk itu belajar agama adalah kewajiban sekaligus kebutuhan. Siapa sih yang ingin hidup celaka atau masuk neraka? Tentu orang yang berakal ingin meraih hidup bahagia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menempuh jalan yang benar untuk meraihnya. Kebanyakan orang terjebak oleh hawa nafsu dan perasaan atau logika dangkal mereka. Mereka sibuk memikirkan kesenangan dunia yang bersifat materi atau fisik tetapi melupakan kebahagiaan iman dan kesejukan takwa. Inilah yang digambarkan oleh Malik bin Dinar rahimahullah, "Orang-orang itu pergi meninggalkan dunia dalam keadaan belum menikmati sesuatu yang terbaik di d...

Ramadhan dan Keimanan

Bismillah. Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah kita bisa berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan. Sebuah bulan yang sangat dinantikan oleh kaum beriman.  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Allah berfirman (yang artinya),  “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian puasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.”  (al-Baqarah : 183) Ayat ini sering kita dengar. Ia memberi pelajaran kepada kita bahwa puasa merupakan panggilan bagi umat beriman. Adapun orang yang tidak beriman akan merasa berat bahkan tidak mau melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah. Allah mengingatkan kita bahwa nikmat iman adalah nikmat yang harus kita syukuri. Cara mensyukurinya adalah dengan melakukan ketaatan kepada Allah.  مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ Rasulullah...

Nikmat Ilmu

 Bismillah. Salah satu nikmat terbesar bagi hamba adalah ilmu agama. Ilmu yang akan membuka pintu-pintu kebaikan.  Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu (agama) maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Oleh sebab itu setiap hari kita membutuhkan ilmu yang akan memandu perjalanan hidup. Karena kita tidak ingin termasuk orang yang dimurkai disebabkan tidak mengamalkan ilmu, dan kita juga tidak ingin termasuk orang sesat disebabkan beramal tanpa ilmu. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya niscaya Allah pahamkan dia dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim) Kepahaman dalam agama menuntut seorang muslim untuk melaksanakan apa yang Allah wajibkan dan meninggalkan apa yang Allah larang. Tidaklah ilmu menjadi lebih utama dari yang lainnya kecuali karena ilmu merupakan jembatan menuju takwa. Ilmu yang bermanfaat akan menundukk...