Langsung ke konten utama

Bekal Terbaik

 Bismillah.

Perjalanan hidup tidaklah berhenti hanya di alam dunia. Setelah kematian masih ada alam kubur, hari kebangkitan, hisab, penimbangan amal, dan surga atau neraka.

Bekal terbaik bagi kita adalah takwa. Bukan pundi-pundi emas dan perak. Bukan pula jabatan atau kedudukan. Jangan sampai kehidupan dunia ini menipu anda. Jangan sampai dunia yang fana ini justru melalaikan kita dari kampung akhirat.

Ali bin Abi Thalib berpesan, "Jadilah kalian anak-anak akhirat, dan janganlah kalian termasuk anak-anak dunia." Umar bin Khattab berkata, "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab..."

Tsabit al-Bunani berkata, "Beruntunglah orang yang banyak mengingat saat-saat datangnya kematian. Tidaklah seorang memperbanyak ingat kematian kecuali akan tampak pengaruhnya di dalam amalnya."

Takwa ialah takut kepada Allah, bersiap menyambut hari akhirat, beramal dengan wahyu, dan ridha dengan harta yang sedikit. Takwa berlandaskan ilmu dan petunjuk dari Allah. Takwa meramu antara rasa takut kepada hukuman Allah dengan harapan terhadap pahala dari-Nya.

Tidaklah seorang menjadi mulia di hadapan Allah kecuali karena takwa. Takwa juga tidak sekedar ucapan lisan atau eloknya penampilan. Akan tetapi takwa adalah keyakinan yang tertanam kuat di dalam hati dan membuahkan amal ketaatan.

Takwa merajut keikhlasan dengan kesetiaan hamba terhadap tuntunan. Takwa memadukan antara syukur dengan kesabaran. Takwa menggabungkan antara tawakal dengan ibadah. Takwa mempertemukan antara taubat dan istiqomah dalam ketaatan. 

Tanpa takwa, manusia tidak akan bahagia dan hidup mulia. Dengan takwa seorang budak beriman jauh lebih utama daripada orang musyrik yang kaya raya. Karena yang Allah nilai adalah hati dan amalan hamba, bukan banyaknya harta, ketinggian jabatan atau rupa fisiknya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baru Belajar

 Bismillah. Tidaklah diragukan bahwa belajar agama penting bagi setiap muslim. Karena dengan memahami agama seorang akan mengerti jalan kebenaran untuk diikuti dan mengenali jalan kebatilan untuk dijauhi. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya niscaya Allah akan pahamkan dia dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim) Untuk itu belajar agama adalah kewajiban sekaligus kebutuhan. Siapa sih yang ingin hidup celaka atau masuk neraka? Tentu orang yang berakal ingin meraih hidup bahagia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menempuh jalan yang benar untuk meraihnya. Kebanyakan orang terjebak oleh hawa nafsu dan perasaan atau logika dangkal mereka. Mereka sibuk memikirkan kesenangan dunia yang bersifat materi atau fisik tetapi melupakan kebahagiaan iman dan kesejukan takwa. Inilah yang digambarkan oleh Malik bin Dinar rahimahullah, "Orang-orang itu pergi meninggalkan dunia dalam keadaan belum menikmati sesuatu yang terbaik di d...