Langsung ke konten utama

Istighfar

 Bismillah.

Kita membutuhkan istighfar kepada Allah. Beristighfar yaitu memohon ampunan. Kita memohon agar Allah menutupi dosa kita dan menghapus dampaknya.

Setiap insan butuh kepada ampunan Allah. Karena itulah kita diajari untuk memohon ampunan Allah dalam berbagai momen. Ketika selesai mengerjakan sholat, ketika keluar dari kamar kecil, ketika ruku' dan sujud, setelah selesai dari pertemuan, demikian pula saat dzikir pagi petang.

Seandainya seorang hamba datang menghadap Allah dengan dosa setinggi langit lalu dia memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya maka Allah akan mengampuninya. Allah senantiasa menerima taubat hamba selama nyawa belum berada di tenggorokan.

Allah mewajibkan taubat kepada setiap kaum beriman. Dan Allah menyebut orang yang tidak bertaubat sebagai pelaku kezaliman. Taubat inilah jalan menuju keberuntungan. Betapa luasnya rahmat Allah, oleh sebab itu Allah melarang hamba dari berputus asa akan rahmat-Nya.

Apabila Nabi shallallahu alaihi wa sallam manusia paling mulia setiap hari beristighfar dan bertaubat kepada Allah lebih dari seratus kali, maka bagaimana lagi dengan kita? Kita lebih butuh kepada taubat dan istighfar karena banyaknya dosa dan kesalahan kita. 

Saudaraku yang dirahmati Allah, taubat adalah ibadah yang sangat agung. Apabila Abu Bakar ash-Shiddiq sahabat terbaik dan orang yang telah dijamin surga pun tetap diajari oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk memohon ampunan kepada Allah karena kezaliman atas diri, maka bagaimana lagi dengan kita?!

Apa yang hendak anda banggakan di hadapan Allah? Apakah tumpukan dosa membuat anda merasa hebat? Apakah anda bisa menjamin amal anda pasti diterima oleh Allah? Apa yang ingin anda pamerkan? 

Sebagian ulama berkata, "Orang yang berakal itu mengenali jati dirinya dan tidak tertipu oleh sanjungan orang-orang yang tidak mengetahui seluk-beluk dirinya."

Mungkin kita lebih butuh kepada istighfar daripada tombol like dan share... Kita lebih butuh kepada istighfar daripada sanjungan follower dan cuitan penggemar...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baru Belajar

 Bismillah. Tidaklah diragukan bahwa belajar agama penting bagi setiap muslim. Karena dengan memahami agama seorang akan mengerti jalan kebenaran untuk diikuti dan mengenali jalan kebatilan untuk dijauhi. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya niscaya Allah akan pahamkan dia dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim) Untuk itu belajar agama adalah kewajiban sekaligus kebutuhan. Siapa sih yang ingin hidup celaka atau masuk neraka? Tentu orang yang berakal ingin meraih hidup bahagia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menempuh jalan yang benar untuk meraihnya. Kebanyakan orang terjebak oleh hawa nafsu dan perasaan atau logika dangkal mereka. Mereka sibuk memikirkan kesenangan dunia yang bersifat materi atau fisik tetapi melupakan kebahagiaan iman dan kesejukan takwa. Inilah yang digambarkan oleh Malik bin Dinar rahimahullah, "Orang-orang itu pergi meninggalkan dunia dalam keadaan belum menikmati sesuatu yang terbaik di d...

Ramadhan dan Keimanan

Bismillah. Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah kita bisa berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan. Sebuah bulan yang sangat dinantikan oleh kaum beriman.  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Allah berfirman (yang artinya),  “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian puasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.”  (al-Baqarah : 183) Ayat ini sering kita dengar. Ia memberi pelajaran kepada kita bahwa puasa merupakan panggilan bagi umat beriman. Adapun orang yang tidak beriman akan merasa berat bahkan tidak mau melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah. Allah mengingatkan kita bahwa nikmat iman adalah nikmat yang harus kita syukuri. Cara mensyukurinya adalah dengan melakukan ketaatan kepada Allah.  مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ Rasulullah...

Nikmat Ilmu

 Bismillah. Salah satu nikmat terbesar bagi hamba adalah ilmu agama. Ilmu yang akan membuka pintu-pintu kebaikan.  Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu (agama) maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Oleh sebab itu setiap hari kita membutuhkan ilmu yang akan memandu perjalanan hidup. Karena kita tidak ingin termasuk orang yang dimurkai disebabkan tidak mengamalkan ilmu, dan kita juga tidak ingin termasuk orang sesat disebabkan beramal tanpa ilmu. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya niscaya Allah pahamkan dia dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim) Kepahaman dalam agama menuntut seorang muslim untuk melaksanakan apa yang Allah wajibkan dan meninggalkan apa yang Allah larang. Tidaklah ilmu menjadi lebih utama dari yang lainnya kecuali karena ilmu merupakan jembatan menuju takwa. Ilmu yang bermanfaat akan menundukk...