Langsung ke konten utama

Keadilan dan Ilmu

 Bismillah.

Diantara perkara yang paling utama untuk mewujudkan kebahagiaan adalah keadilan dan ilmu. Adil lawan dari kezaliman, sedangkan ilmu lawan kebodohan.

Di dalam hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa kezaliman itu akan menjadi kegelapan-kegelapan pada hari kiamat. Oleh sebab itu kita wajib menjauhi kezaliman. Bentuk kezaliman terbesar adalah mempersekutukan Allah dalam beribadah (syirik).

Allah berfirman (yang artinya), "Sesungguhnya syirik benar-benar kezaliman yang sangat besar." (Luqman : 13). Ibadah merupakan hak Allah, barangsiapa menujukan ibadah kepada selain Allah maka dia telah berbuat zalim dan musyrik. 

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Hak Allah atas para hamba adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun." (HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang tidak mungkin bisa beribadah kepada Allah dengan benar dan bersih dari syirik tanpa bekal ilmu. Ilmu tauhid inilah yang melandasi penghambaan kepada Allah. Ilmu sebelum ucapan dan amalan. Ilmu pondasi bagi aqidah dan keimanan.

Karena itulah dakwah tauhid dan ilmu aqidah selalu menjadi prioritas dalam sejarah perjuangan para rasul. Ia ibarat pondasi bagi bangunan Islam dan laksana akar bagi pohon keimanan. Melalaikan tauhid akan mengakibatkan bertebarnya kerusakan, kezaliman dan bencana...

Semoga Allah beri taufik kepada kita untuk memurnikan ibadah kepada Allah dan menjauhi syirik dengan segala bentuknya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baru Belajar

 Bismillah. Tidaklah diragukan bahwa belajar agama penting bagi setiap muslim. Karena dengan memahami agama seorang akan mengerti jalan kebenaran untuk diikuti dan mengenali jalan kebatilan untuk dijauhi. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya niscaya Allah akan pahamkan dia dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim) Untuk itu belajar agama adalah kewajiban sekaligus kebutuhan. Siapa sih yang ingin hidup celaka atau masuk neraka? Tentu orang yang berakal ingin meraih hidup bahagia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menempuh jalan yang benar untuk meraihnya. Kebanyakan orang terjebak oleh hawa nafsu dan perasaan atau logika dangkal mereka. Mereka sibuk memikirkan kesenangan dunia yang bersifat materi atau fisik tetapi melupakan kebahagiaan iman dan kesejukan takwa. Inilah yang digambarkan oleh Malik bin Dinar rahimahullah, "Orang-orang itu pergi meninggalkan dunia dalam keadaan belum menikmati sesuatu yang terbaik di d...