Langsung ke konten utama

Kearifan Lokal

 Bismillah.

Pemikiran manusia itu terbatas dan sarat dengan perbedaan. Mungkin bagi sebagian kaum sebuah perbuatan dinilai sebagai keharusan dan kemuliaan. Akan tetapi bagi kaum yang lain itu dianggap memalukan dan tidak pantas dikerjakan.

Ini adalah fakta dan bukan asumsi belaka. Tradisi dan nilai yang dianut sekelompok masyarakat bisa jadi bertolak-belakang dengan tradisi kelompok masyarakat yang lain. Tradisi semacam ini sering disebut dengan istilah 'kearifan lokal'.

Sungguh aneh apabila kearifan lokal yang bersifat subjektif dan penuh perbedaan ini dijadikan sebagai hakim atas aturan dan hukum agama. Karena pemikiran manusia dan ilmu pengetahuan mereka bukanlah kebenaran yang bersifat mutlak. Berbeda dengan wahyu ilahi yang membawa nilai kebenaran yang absolut/pasti.

Apabila hukum agama ditundukkan kepada pemikiran dan hawa nafsu manusia, maka yang terjadi adalah sebagaimana yang telah Allah terangkan di dalam al-Qur'an; mereka akan menyesatkan dirimu dari jalan Allah. Dan itulah realita kebanyakan manusia. Betapa sedikit diantara hamba-hamba Allah itu yang mau tunduk kepada-Nya.

Wahyu atau risalah bersumber dari Allah dan rasul berkewajiban menyampaikannya, sedangkan tugas kita adalah taslim/pasrah mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman (yang artinya), "Dan barangsiapa yang menaati rasul itu maka sesungguhnya dia telah taat kepada Allah." (an-Nisaa' : 80)

Allah berfirman (yang artinya), "Maka apabila kalian berselisih tentang suatu perkara kembalikanlah kepada Allah dan Rasul, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Hal itu yang terbaik dan lebih bagus hasilnya." (an-Nisaa' : 59)

Ini merupakan konsekuensi dari keimanan. Tunduk kepada ketetapan dan aturan Allah. Mungkinkah seorang muslim melaksanakan agamanya dengan baik apabila dia tidak mau patuh kepada hukum Allah?

Apabila negara ini merdeka dengan rahmat Allah apakah itu artinya kita boleh dengan seenaknya menolak bahkan menentang aturan Allah?! Apakah kemerdekaan itu bisa dicapai tanpa pertolongan Allah?

Apakah artinya seruan para pejuang kemerdekaan dan pahlawan negeri ini yang memekikkan takbir 'Allahu akbar!' untuk memompa semangat juang para pemuda?

Sadarlah, Wahai kaum.. Kemerdekaan bangsa ini adalah anugerah dan terwujud dengan rahmat Allah dan pertolongan-Nya... Lalu tidakkah kita sebagai hamba tergerak untuk bersyukur kepada-Nya?

Wallahul muwaffiq...

Redaksi www.al-mubarok.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan dan Keimanan

Bismillah. Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah kita bisa berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan. Sebuah bulan yang sangat dinantikan oleh kaum beriman.  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Allah berfirman (yang artinya),  “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian puasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.”  (al-Baqarah : 183) Ayat ini sering kita dengar. Ia memberi pelajaran kepada kita bahwa puasa merupakan panggilan bagi umat beriman. Adapun orang yang tidak beriman akan merasa berat bahkan tidak mau melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah. Allah mengingatkan kita bahwa nikmat iman adalah nikmat yang harus kita syukuri. Cara mensyukurinya adalah dengan melakukan ketaatan kepada Allah.  مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ Rasulullah...

Makna Islam

 Bismillah. Para ulama menjelaskan bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang diterima oleh Allah. Allah berfirman (yang artinya), "Barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama maka Allah tidak akan menerima hal itu dan di akhirat dia pasti termasuk golongan orang-orang yang merugi." (Ali Imran : 85) Islam mengandung penghambaan kepada Allah semata dan meninggalkan sesembahan selain-Nya. Allah berfirman (yang artinya), "Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan agama/amal untuk-Nya dengan hanif/bertauhid..." (al-Bayyinah : 5) Inilah ajaran setiap rasul. Mengajak kepada tauhid dan memperingatkan serta melarang umat dari segala bentuk kesyirikan. Setiap rasul menyerukan (yang artinya), "Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut." (an-Nahl : 36) Tauhid bermakna mengesakan Allah dalam ibadah. Segala bentuk ibadah hanya boleh dipersembahkan kepada Allah. Maka memalingkan ibadah kepada selain Allah adalah ke...

Belajar Tauhid

 Bismillah. Bagi teman-teman yang ingin ikut pelajaran baca kitab yang membahas tauhid insyaAllah bisa memilih jadwal yang sesuai diantara jadwal berikut ini : Kitab 1 : Mulakhosh Syarh Kitab Tauhid Setiap Senin, Rabu, dan Jumat ba'da maghrib - menjelang 'isyak. Alhamdulillah sudah sampai pembahasan merasa aman dari makar Allah. Kitab 2 : Ibthal at-Tandid Setiap Ahad. Pkl. 16.00 WIB - selesai. Alhamdulillah sudah masuk pembahasan menyembelih untuk selain Allah. Pelajaran diadakan di Wisma al-Mubarok 1, Ngebel - barat asrama putri UMY. Terbuka untuk umum, putra, dan diutamakan yang sudah belajar nahwu shorof.  Informasi : 0853 3634 3030 (wa)