Langsung ke konten utama

Rahmat Allah

 Bismillah.

Setiap muslim wajib memiliki harapan terhadap rahmat Allah. Selain itu seorang hamba pun wajib takut terhadap makar Allah.

Nikmat yang Allah berikan kepada kita tidak dengan serta merta menggambarkan ketinggian derajat di sisi Allah. Karena nikmat dunia Allah berikan kepada siapa saja; mukmin dan kafir. 

Adapun nikmat agama hanya Allah berikan kepada orang yang dicintai-Nya. Allah telah menetapkan pedoman bagi hamba jika ingin tunduk mengabdi kepada-Nya. Pedoman itu adalah rambu-rambu takwa.

Oleh sebab itu mereka yang lebih bertakwa memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada yang lainnya. Takwa merupakan sebab utama untuk meraih rahmat Allah dan kebahagiaan sejati di sisi-Nya.

Bagi kaum yang bertakwa harta dan jabatan bukanlah standar bahagia. Karena untuk mereka kedekatan dengan Allah dan ketentraman dalam dzikir dan menuruti keridhaan-Nya adalah asas dan landasan hidup dan harapan mereka.

Kebahagiaan hati dengan iman dan ikhlas merupakan syiar dan cahaya bagi perjalanan hidup mereka. Karena tidaklah bahagia orang yang menggunakan nikmat Allah untuk durhaka kepada-Nya.

Musibah-musibah dunia yang membuahkan sifat sabar dan ridha terhadap takdir lebih menyejukkan hati mereka daripada hujan nikmat yang membuat jiwa lupa dan lalai dari tujuan penciptaan dirinya.

Inilah kelembutan rahmat Allah kepada hamba. Tidak ada yang bisa merasakan betapa luasnya rahmat Allah itu kecuali mereka yang takut dan berharap kepada Allah dan mentauhidkan-Nya. Karena sholat, sembelihan, hidup dan matinya telah dia ikrarkan murni untuk Allah semata.

Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami.. Angkatlah wabah ini dari negeri kami dan negeri-negeri kaum muslimin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baru Belajar

 Bismillah. Tidaklah diragukan bahwa belajar agama penting bagi setiap muslim. Karena dengan memahami agama seorang akan mengerti jalan kebenaran untuk diikuti dan mengenali jalan kebatilan untuk dijauhi. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya niscaya Allah akan pahamkan dia dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim) Untuk itu belajar agama adalah kewajiban sekaligus kebutuhan. Siapa sih yang ingin hidup celaka atau masuk neraka? Tentu orang yang berakal ingin meraih hidup bahagia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menempuh jalan yang benar untuk meraihnya. Kebanyakan orang terjebak oleh hawa nafsu dan perasaan atau logika dangkal mereka. Mereka sibuk memikirkan kesenangan dunia yang bersifat materi atau fisik tetapi melupakan kebahagiaan iman dan kesejukan takwa. Inilah yang digambarkan oleh Malik bin Dinar rahimahullah, "Orang-orang itu pergi meninggalkan dunia dalam keadaan belum menikmati sesuatu yang terbaik di d...