Langsung ke konten utama

Ujian Iman

 Bismillah.

Setiap muslim tidak lepas dari ujian. Karena ujian merupakan sarana untuk meraih keutamaan. Mereka yang diuji dengan nikmat lalu bersyukur maka Allah muliakan mereka.

Mereka yang diuji dengan musibah lalu bersabar maka Allah pun memuliakan mereka. Dari situlah seorang muslim wajib memperhatikan apa yang Allah perintahkan kepadanya dalam setiap kondisi dan kesempatan. 

Jangan sampai curahan nikmat membuat dia lupa bersyukur kepada Allah. Dan jangan sampai terpaan musibah membuatnya lengah dari sifat sabar dan mengharap ridha-Nya. Bisa jadi kita menyukai suatu keadaan padahal itu justru buruk bagi iman kita. 

Dan bisa jadi kita membenci suatu kondisi padahal itu yang terbaik demi menjaga iman dan ketaatan hamba. Allah Yang Mahamengetahui sedangkan kita tidak mengetahui apa-apa. Tidak layak seorang hamba mempertanyakan kebijaksanaan tuannya. Justru hamba itulah yang harus mempertanyakan pengabdian dirinya.

Bagaimana seorang manusia yang penuh kebodohan dan kezaliman hendak menjadi juri atas perbuatan Rabbnya. Tidakkah dia menyadari bahwa setiap tetesan nikmat adalah pemberian Allah? Apa yang membuatnya ragu bahwa Allah Mahaluas kasih sayang-Nya..?

Tergelincirnya seorang hamba dalam jurang kedurhakaan adalah akibat dari minimnya syukur yang dia lakukan. Karena Allah Mahapemurah lagi Mahapandai berterima kasih. Allah balas kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda dan lahirnya kebaikan berikutnya. 

Untuk itulah mewujudkan syukur kepada Allah bukanlah perkara sepele. Sebab syukur tidak hanya berhenti di lisan. Akan tetapi ia merambah ke dalam gerak-gerik anggota badan. Siapa pula yang sanggup bersyukur kepada-Nya tanpa bantuan dari-Nya? Siapa pula yang sanggup bertaubat kepada-Nya tanpa pertolongan-Nya?

Kesabaran pun tidak bisa terwujud tanpa pertolongan Allah dan petunjuk-Nya. Hati kita selalu berhajat kepada bantuan dan petunjuk Allah agar bisa mewujudkan kesabaran, syukur dan taubat.

Apabila musibah pandemi yang kini meliputi bumi juga belum menyadarkan anda tentang fakirnya kita di hadapan Allah; maka selayaknya seorang hamba kembali memeriksa jangan-jangan hatinya telah binasa... Wal 'iyadzu billah...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan dan Keimanan

Bismillah. Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah kita bisa berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan. Sebuah bulan yang sangat dinantikan oleh kaum beriman.  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Allah berfirman (yang artinya),  “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian puasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.”  (al-Baqarah : 183) Ayat ini sering kita dengar. Ia memberi pelajaran kepada kita bahwa puasa merupakan panggilan bagi umat beriman. Adapun orang yang tidak beriman akan merasa berat bahkan tidak mau melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah. Allah mengingatkan kita bahwa nikmat iman adalah nikmat yang harus kita syukuri. Cara mensyukurinya adalah dengan melakukan ketaatan kepada Allah.  مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ Rasulullah...

Makna Islam

 Bismillah. Para ulama menjelaskan bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang diterima oleh Allah. Allah berfirman (yang artinya), "Barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama maka Allah tidak akan menerima hal itu dan di akhirat dia pasti termasuk golongan orang-orang yang merugi." (Ali Imran : 85) Islam mengandung penghambaan kepada Allah semata dan meninggalkan sesembahan selain-Nya. Allah berfirman (yang artinya), "Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan agama/amal untuk-Nya dengan hanif/bertauhid..." (al-Bayyinah : 5) Inilah ajaran setiap rasul. Mengajak kepada tauhid dan memperingatkan serta melarang umat dari segala bentuk kesyirikan. Setiap rasul menyerukan (yang artinya), "Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut." (an-Nahl : 36) Tauhid bermakna mengesakan Allah dalam ibadah. Segala bentuk ibadah hanya boleh dipersembahkan kepada Allah. Maka memalingkan ibadah kepada selain Allah adalah ke...

Belajar Tauhid

 Bismillah. Bagi teman-teman yang ingin ikut pelajaran baca kitab yang membahas tauhid insyaAllah bisa memilih jadwal yang sesuai diantara jadwal berikut ini : Kitab 1 : Mulakhosh Syarh Kitab Tauhid Setiap Senin, Rabu, dan Jumat ba'da maghrib - menjelang 'isyak. Alhamdulillah sudah sampai pembahasan merasa aman dari makar Allah. Kitab 2 : Ibthal at-Tandid Setiap Ahad. Pkl. 16.00 WIB - selesai. Alhamdulillah sudah masuk pembahasan menyembelih untuk selain Allah. Pelajaran diadakan di Wisma al-Mubarok 1, Ngebel - barat asrama putri UMY. Terbuka untuk umum, putra, dan diutamakan yang sudah belajar nahwu shorof.  Informasi : 0853 3634 3030 (wa)