Langsung ke konten utama

Keamanan Negeri

 Bismillah.

Salah satu nikmat agung yang Allah berikan adalah keamanan. Aman dari bahaya, rasa takut, dan selamat dari bencana.

Mewujudkan tauhid yang bersih dari syirik merupakan jalan untuk meraih keamanan. Allah berfirman (yang artinya), "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri imannya dengan kezaliman (syirik). Mereka  itulah yang diberikan keamanan dan mereka itulah yang diberikan petunjuk." (al-An'am : 82)

Kezaliman itu bertingkat-tingkat. Bentuk kezaliman yang paling besar adalah menunjukan ibadah kepada selain Allah. Oleh sebab itu orang musyrik disebut oleh Allah sebagi orang zalim. Allah berfirman (yang artinya), "Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah benar-benar Allah haramkan atasnya surga dan tempat tinggalnya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zalim itu penolong." (al-Maidah : 72)

Keamanan yang tertinggi adalah selamat dari azab neraka, dan hal itu hanya bisa diraih dengan memurnikan ibadah kepada Allah dari kotoran syirik. Keamanan di dunia pun Allah janjikan bagi mereka yang beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. 

Dari sini kita bisa memahami bahwa syirik merupakan sebab utama kesengsaraan hidup di dunia dan di akhirat. Sebaiknya, tauhid adalah sebab utama ketentraman dan kebahagiaan. Maka wajib bagi kita untuk memurnikan ibadah kita kepada Allah dan membersihkannya dari syirik besar maupun syirik kecil. Wallahul musta'aan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baru Belajar

 Bismillah. Tidaklah diragukan bahwa belajar agama penting bagi setiap muslim. Karena dengan memahami agama seorang akan mengerti jalan kebenaran untuk diikuti dan mengenali jalan kebatilan untuk dijauhi. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya niscaya Allah akan pahamkan dia dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim) Untuk itu belajar agama adalah kewajiban sekaligus kebutuhan. Siapa sih yang ingin hidup celaka atau masuk neraka? Tentu orang yang berakal ingin meraih hidup bahagia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menempuh jalan yang benar untuk meraihnya. Kebanyakan orang terjebak oleh hawa nafsu dan perasaan atau logika dangkal mereka. Mereka sibuk memikirkan kesenangan dunia yang bersifat materi atau fisik tetapi melupakan kebahagiaan iman dan kesejukan takwa. Inilah yang digambarkan oleh Malik bin Dinar rahimahullah, "Orang-orang itu pergi meninggalkan dunia dalam keadaan belum menikmati sesuatu yang terbaik di d...