Langsung ke konten utama

Naik Derajat

 Bismillah.

Setiap orang tentu menginginkan kemuliaan. Sementara kemuliaan di dalam Islam diukur dengan ketakwaan. Mulia tidaknya seorang hamba tergantung sejauh mana dia tunduk kepada perintah dan larangan Allah.

Thalq bin Habib berkata, "Takwa adalah Kamu melakukan ketaatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah sembari kamu mengharap pahala dari Allah. Dan kamu tinggalkan maksiat kepada Allah karena takut terhadap hukuman Allah."

Ada 2 unsur penting yang bisa kita ambil dari definisi takwa ini. Pertama, seorang harus memiliki motivasi yang kuat untuk mewujudkan amal salih. Kedua, seorang harus memiliki rasa takut kepada Allah.

Dari sanalah kita bisa melihat begitu banyak ayat al-Qur'an atau hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang berisi targhib/motivasi dan tarhib/peringatan dan ancaman. Karena untuk menjaga ibadah kepada Allah seorang manusia harus mengepakkan sayap khouf/rasa takut dan roja'/harapan. 

Tanpa kedua sayap ini maka perjalanannya menuju Allah akan jatuh dan gagal di tengah jalan. Apabila dia tidak merasa takut kepada Allah maka dia akan hanyut dalam berbagai kedurhakaan dan penentangan serta merasa aman dari makar Allah. Apabila dia tidak menyimpan harapan yang kuat kepada rahmat Allah maka dia akan terjerumus dalam jurang keputus asaan.

Umar bin Khattab pernah mengatakan, "Seandainya ada yang memanggil dari langit : Masuklah kalian ke surga kecuali satu, maka aku takut satu orang itu adalah aku. Dan Seandainya ada Seruan dari langit : Masuklah kalian ke neraka kecuali satu. Maka aku tetap berharap satu orang it adalah diriku."

Hal ini menunjukkan kepada kita kedalaman ilmu para sahabat radhiyallahu'anhum. Mereka membangun amalnya di atas ilmu dan ketakwaan. Sementara Allah tidak akan menerimal amal kecuali yang berlandaskan ilmu dan ketakwaan. 

Dengan demikian kemuliaan yang diraih seorang hamba berbanding lurus dengan kekuatan ilmu dan amalnya. Karena iman tidak bisa tegak tanpa ilmu dan amalan. Sebagaimana ketakwaan tidak bisa terwujud kecuali bersama ilmu dan keikhlasan.

Allah berfirman (yang artinya), "Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kalian, dan juga orang-orang yang diberi ilmu berderajat-derajat." (al-Mujadilah : 11)

Wallahu a'lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baru Belajar

 Bismillah. Tidaklah diragukan bahwa belajar agama penting bagi setiap muslim. Karena dengan memahami agama seorang akan mengerti jalan kebenaran untuk diikuti dan mengenali jalan kebatilan untuk dijauhi. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya niscaya Allah akan pahamkan dia dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim) Untuk itu belajar agama adalah kewajiban sekaligus kebutuhan. Siapa sih yang ingin hidup celaka atau masuk neraka? Tentu orang yang berakal ingin meraih hidup bahagia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menempuh jalan yang benar untuk meraihnya. Kebanyakan orang terjebak oleh hawa nafsu dan perasaan atau logika dangkal mereka. Mereka sibuk memikirkan kesenangan dunia yang bersifat materi atau fisik tetapi melupakan kebahagiaan iman dan kesejukan takwa. Inilah yang digambarkan oleh Malik bin Dinar rahimahullah, "Orang-orang itu pergi meninggalkan dunia dalam keadaan belum menikmati sesuatu yang terbaik di d...