Langsung ke konten utama

Donasi Bangun Masjid

 Bismillah.

Masjid Jami' al-Mubarok YAPADI atau dikenal dengan MJM alhamdulillah dengan taufik dari Allah dapat dibangun di atas tanah wakaf dari kaum muslimin.

Masjid ini terletak di Pedukuhan Donotirto Kelurahan Bangunjiwo yang berbatasan dengan Pedukuhan Mancasan Kelurahan Ambarketawang. Praktisnya masjid ini berada diantara dua Kabupaten yaitu Bantul dan Sleman. Lokasi sekitar 1 km arah selatan RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Posisi masjid yang tidak terlalu jauh dari Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tentu menjadikan masjid ini cukup strategis untuk dijadikan salah satu pusat pembinaan mahasiswa. Meskipun demikian dakwah di tengah masyarakat kampung tetap harus diperhatikan.

Tanah wakaf yang ada seluas 1100 meter persegi dan telah dibangun di atasnya masjid lantai dasar beserta fasilitas kamar mandi dan tempat wudhu putra dan putri secara terpisah. Selain itu juga telah dibangun dapur dan tempat parkir sementara di selatan masjid. 

Dalam rangka memperkuat pondasi masjid yang berada di atas tanah perbukitan maka telah dibangun talud/dinding penahan tanah sepanjang sekitar 40 m dengan ketinggian sekitar 3,5 m dari dasar pondasi talud. Talud ini berfungsi menahan tanah agar tidak longsor ketika terjadi hujan lebat.

Proses pendirian masjid juga sudah diawali dengan sosialisasi kepada warga masyarakat dan tokoh sekitar. Peletakan batu pertama juga dilakukan oleh Kepala Desa/Lurah Bangunjiwo sekitar 3 tahun yang lalu. Pembangunan masjid lantai 1 pun telah dilaksanakan selama 3 - 4 bulan.

Kini masjid telah digunakan untuk kegiatan dakwah, ibadah dan pendidikan untuk masyarakat sekitar dan mahasiswa baik dari kalangan anak-anak maupun dewasa. Dalam menjalankan kegiatan harian masjid ini dikelola oleh rekan-rekan mahasiswa dan penimba ilmu serta alumni dari berbagai kampus di Yogyakarta seperti UMY, UII, UGM, UNY, IST Akprind, dsb.

Para ustaz yang mengisi kajian dan ceramah berasal dari berbagai lembaga dan pesantren serta institusi. Ada dari kalangan dosen/akademisi, dokter, tokoh Muhammadiyah, unsur pemerintah, pegiat dakwah masyarakat, pengelola Yayasan Islam, guru sekolah Islam, dsb.

Antusiasme warga untuk mengikuti kegiatan di masjid cukup besar, terutama di bulan Ramadhan. Pada 2 tahun yang lalu jumlah hidangan buka puasa setiap sore bisa mencapai 150 porsi. Hal ini mengingat jamaah yang hadir biasanya berasal dari 3 RT yang terdekat dengan masjid; yaitu RT 7, 8 dan 9. Ditambah sebagian warga Mancasan dan para mahasiswa.

Pada bulan Sya'ban 1442 H dengan memohon taufik dari Allah, panitia pembangunan masjid bermaksud  melanjutkan pembangunan masjid bagian atas (lantai atas). Alhamdulillah sudah ada donasi sekitar Rp.80 Juta dari kebutuhan anggaran total sebesar Rp.497.265.000,- (update RAB bulan Februari 2021). 

Oleh sebab itu pada kesempatan yang berharga ini kami mengajak kepada kaum muslimin untuk ikut serta mendukung pembangunan masjid lantai atas ini. Dengan harapan masjid bisa lebih banyak menampung jamaah dan memberikan manfaat lebih besar bagi umat.

Semoga partisipasi anda tercatat sebagai amal jariyah di sisi Allah yang pahalanya akan terus mengalir setelah meninggal dunia. Bagi anda yang berminat untuk menyalurkan donasi bisa menghubungi kami melalui no wa : 0853 3634 3030

🧩 Rekening Donasi :

*Bank Syariah Mandiri*

No. *710 206 3737*

Atas nama : *Yayasan Pangeran Diponegoro*

🖇️ Konfirmasi : *0853 3634 3030* (wa/sms)

Format : *nama/jumlah/masjid/tgl transfer*


✉️ Informasi : www.al-mubarok.com

# _Jika kalian menolong agama Allah niscaya Allah akan menolong kalian_

☕ Yuk share kebaikan!


🪑Lokasi Masjid :

https://maps.app.goo.gl/vsCktMyukcrW5kk98

_Barakallahu fiikum_


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baru Belajar

 Bismillah. Tidaklah diragukan bahwa belajar agama penting bagi setiap muslim. Karena dengan memahami agama seorang akan mengerti jalan kebenaran untuk diikuti dan mengenali jalan kebatilan untuk dijauhi. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya niscaya Allah akan pahamkan dia dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim) Untuk itu belajar agama adalah kewajiban sekaligus kebutuhan. Siapa sih yang ingin hidup celaka atau masuk neraka? Tentu orang yang berakal ingin meraih hidup bahagia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menempuh jalan yang benar untuk meraihnya. Kebanyakan orang terjebak oleh hawa nafsu dan perasaan atau logika dangkal mereka. Mereka sibuk memikirkan kesenangan dunia yang bersifat materi atau fisik tetapi melupakan kebahagiaan iman dan kesejukan takwa. Inilah yang digambarkan oleh Malik bin Dinar rahimahullah, "Orang-orang itu pergi meninggalkan dunia dalam keadaan belum menikmati sesuatu yang terbaik di d...