Langsung ke konten utama

Ide Cetak Buku

 Bismillah.

Melihat perkembangan dakwah Masjid Jami' al-Mubarok YAPADI yang perlahan tapi terus meningkat menjadi dorongan tersendiri bagi teman-teman pegiat dakwah di sekitar Kampus UMY...

Dari situ, kami memiliki sedikit saran kalau mungkin bisa diterapkan. Yaitu untuk membuat program penerbitan buku saku yang dijual secara komersial dengan harga terjangkau dengan tujuan untuk dakwah kepada mahasiswa dan masyarakat umum sekaligus menghimpun dana untuk memenuhi kebutuhan operasional kegiatan dakwah YAPADI (Yayasan Pangeran Diponegoro).

Misalnya, dicetak buku saku sejumlah 1000 eksemplar dengan biaya cetak Rp.5.000,-/eks. Dengan begitu dana yang dibutuhkan untuk modal awal sebesar Rp.5.000.000,-. Dari hasil buku yang tercetak bisa dijual dengan harga Rp.10.000,-/eks. Apabila diasumsikan 50% terjual maka sudah balik modal. 

Apabila lebih dari 50% bisa terjual maka hasilnya bisa untuk mendukung biaya operasional kegiatan dakwah yang bersifat rutin pekanan. Adapun hasil dari penjualan 500 eks awal diputar kembali untuk mencetak buku saku edisi berikutnya.

Untuk menghabiskan 500 eks buku saku dalam waktu yang tidak lama bisa ditempuh beberapa cara, misalnya dengan menawarkan kepada yayasan dakwah, masjid, sekolah, atau pesantren yang berminat untuk mendapatkan buku saku tersebut untuk suplemen dakwah.

Selain itu buku saku yang terbit bisa dijual secara online dengan model paket bingkisan dakwah untuk jamaah, misal dibagi 3 model paket. Paket emas jumlah pemesanan 100 eks. Paket perak jumlah pemesanan 50 eks. Paket perunggu jumlah pemesanan 25 eks.

Dengan model penerbitan dan pemasaran semacam ini mungkin buku saku dapat diterbitkan secara berkala 2 atau 3 bulan sekali. Mudah-mudahan ada teman atau rekan yang bersedia untuk taawun dalam program dakwah ini...

Barakallahu fiikum...

# Redaksi www.al-mubarok.com

 @ Perpustakaan al-Mubarok

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baru Belajar

 Bismillah. Tidaklah diragukan bahwa belajar agama penting bagi setiap muslim. Karena dengan memahami agama seorang akan mengerti jalan kebenaran untuk diikuti dan mengenali jalan kebatilan untuk dijauhi. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya niscaya Allah akan pahamkan dia dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim) Untuk itu belajar agama adalah kewajiban sekaligus kebutuhan. Siapa sih yang ingin hidup celaka atau masuk neraka? Tentu orang yang berakal ingin meraih hidup bahagia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menempuh jalan yang benar untuk meraihnya. Kebanyakan orang terjebak oleh hawa nafsu dan perasaan atau logika dangkal mereka. Mereka sibuk memikirkan kesenangan dunia yang bersifat materi atau fisik tetapi melupakan kebahagiaan iman dan kesejukan takwa. Inilah yang digambarkan oleh Malik bin Dinar rahimahullah, "Orang-orang itu pergi meninggalkan dunia dalam keadaan belum menikmati sesuatu yang terbaik di d...