Langsung ke konten utama

Teruskan

 Bismillah.

Setelah sempat beberapa waktu lamanya pembangunan masjid lantai atas dari MJM atau Masjid Jami' al-Mubarok YAPADI terhenti sembari terus membuka donasi, alhamdulillah pada bulan Sya'ban 1442 H ini para asatidz dan pembina telah memberikan arahan bagi pengurus untuk melanjutkan kembali program ini.

Sebagaimana sudah pernah dipublikasikan sebelumnya bahwa biaya untuk membangun lantai atas Masjid ini tidak kurang dari 400 juta rupiah. Jumlah yang tidak kecil, apalagi dalam situasi pandemi dan dampak ekonomi yang menyertainya. 

Meskipun demikian, dari data yang ada alhamdulillah donasi yang terkumpul untuk pembangunan masjid lantai atas sudah ada sejumlah 98 juta rupiah. Setelah meminta masukan dan arahan dari tim pembangunan dan pembina Yayasan Pangeran Diponegoro diantaranya; Ust. Ahmad Mz, Ust. Abu Adam, Ust. Afifi dan juga Ust. dr. Ariffudin hafizhahumullahu, maka pengurus memutuskan untuk segera melanjutkan proses pembangunan ini.

InsyaAllah pada Senin pagi di pertengahan bulan Sya'ban ini kami akan berembug bersama tim pembangunan yang sudah menggarap pembangunan masjid ini sejak awal. Mudah-mudahan Allah memberikan taufik kepada kami untuk bisa menunaikan amanah dari kaum muslimin dalam membangun salah satu markas dakwah untuk mahasiswa dan masyarakat.

Masjid Jami' al-Mubarok YAPADI dikelola oleh Yayasan Pangeran Diponegoro (YAPADI) bersama teman-teman mahasiswa dan pegiat dakwah dari beberapa kampus di Yogyakarta. Ada juga teman-teman warga Wisma al-Mubarok dan alumni serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang terlibat aktif dalam kegiatan dakwah di masjid ini.

Dukungan dari kaum muslimin dan para muhsinin sangat besar dalam menyemangati kami untuk melanjutkan program pembangunan ini. Banyak sekali bantuan yang telah diberikan kepada panitia sejak sebelum dibangunnya masjid sampai ketika masjid sudah mulai dipakai untuk kegiatan ibadah dan sosial untuk masyarakat Donotirto dan sekitarnya.

Proses pengurusan IMB juga alhamdulillah sudah mulai menunjukkan hasil dengan terlaksananya verifikasi dari FKUB dan Kemenag Kabupaten Bantul beberapa waktu lalu dan kini masih dilanjutkan. Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada segenap jajaran pemerintah yang telah mendukung pembangunan masjid dan kegiatan dakwah dan sosial.

Diantara yang telah ikut mendukung pembangunan masjid ini adalah Lurah atau Kepala Desa Bangunjiwo dan Kepala Dukuh Donotirto. Kami juga berterima kasih kepada segenap warga masyarakat yang telah ikut serta meramaikan kegiatan dakwah masjid ini. Termasuk para wali santri TPA yang selama ini telah mempercayakan putra-putrinya untuk bersama-sama belajar membaca al-Qur'an di Masjid Jami' al-Mubarok YAPADI.

Tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada para pewakaf yang sudah mendukung pembangunan masjid ini dalam bentuk wakaf tanah untuk bangunan utama maupun wakaf tanah untuk area pekarangan dan lahan parkir serta Fasilitas penunjang lainnya. 

Terima kasih sebesar-besarnya juga kami haturkan kepada seorang donatur yang telah membiayai pembangunan masjid lantai dasar beserta fasilitas kamar mandi dan tempat wudhu yang telah menghabiskan biaya sebesar 500 juta lebih. Semoga Allah menerima amal jariyah para donatur dan kaum muslimin yang ikut serta membantu dakwah yang mulia ini...

Kepada Allah kami memohon dengan segenap nama-Nya yang husna dan sifat-Nya yang mahatinggi; semoga Allah beri kemudahan dan keberkahan untuk pembangunan masjid ini...

Wa shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammadin wa 'ala alihi wa shohbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil 'alamiin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baru Belajar

 Bismillah. Tidaklah diragukan bahwa belajar agama penting bagi setiap muslim. Karena dengan memahami agama seorang akan mengerti jalan kebenaran untuk diikuti dan mengenali jalan kebatilan untuk dijauhi. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya niscaya Allah akan pahamkan dia dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim) Untuk itu belajar agama adalah kewajiban sekaligus kebutuhan. Siapa sih yang ingin hidup celaka atau masuk neraka? Tentu orang yang berakal ingin meraih hidup bahagia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menempuh jalan yang benar untuk meraihnya. Kebanyakan orang terjebak oleh hawa nafsu dan perasaan atau logika dangkal mereka. Mereka sibuk memikirkan kesenangan dunia yang bersifat materi atau fisik tetapi melupakan kebahagiaan iman dan kesejukan takwa. Inilah yang digambarkan oleh Malik bin Dinar rahimahullah, "Orang-orang itu pergi meninggalkan dunia dalam keadaan belum menikmati sesuatu yang terbaik di d...