Langsung ke konten utama

Belajar di Masa Muda

 📝 *Nasihat Untuk Kita*

🎙️ Syaikh Shalih alu Syaikh _hafizhahullah_

📜 Di bagian awal penjelasan kitab _Tsalatsah Ushul_ beliau mengatakan : 

وما أحسن قول أبي الطيب المتنبي حيث قال:

ولم أر في عيوب الناس عيبا

كنقص القادرين على التمام

وأنتم أيها الشّبَبَة قادرون بلا شك على التعلم، قادرون على الفهم, قادرون على الفقه,

 لكن العيب يأتي من إضاعة الوقت في غير ما ينفع, التفسير مهم ومعرفة معاني الآيات وسيلة, لاشك من وسائل الثبات على الإيمان, وتحصيل العلم النافع.

Sungguh elok ucapan Abu Thoyyib al-Mutanabbi yang mengatakan : 

_Tidaklah aku melihat aib manusia yang begitu memprihatinkan seperti halnya keadaan orang yang mampu tapi tidak berjuang untuk meraih kesempurnaan..._

Kalian para pemuda tidaklah ragu tentu mampu untuk belajar, mampu memahami ilmu,   mampu untuk mendalami fikih/ilmu agama. 

Akan tetapi masalah/aib itu timbul karena menyia-nyiakan waktu dalam hal yang tidak berguna. Ilmu tafsir ini penting, dan memahami kandungan ayat adalah sarana (untuk beramal, pent). Tidak ragu bahwa hal ini juga termasuk salah satu cara untuk tetap teguh dalam iman. Dan itu juga merupakan cara untuk meraih ilmu yang bermanfaat.

📝 Sumber teks arab : https://majles.alukah.net/t76361/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baru Belajar

 Bismillah. Tidaklah diragukan bahwa belajar agama penting bagi setiap muslim. Karena dengan memahami agama seorang akan mengerti jalan kebenaran untuk diikuti dan mengenali jalan kebatilan untuk dijauhi. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya niscaya Allah akan pahamkan dia dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim) Untuk itu belajar agama adalah kewajiban sekaligus kebutuhan. Siapa sih yang ingin hidup celaka atau masuk neraka? Tentu orang yang berakal ingin meraih hidup bahagia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menempuh jalan yang benar untuk meraihnya. Kebanyakan orang terjebak oleh hawa nafsu dan perasaan atau logika dangkal mereka. Mereka sibuk memikirkan kesenangan dunia yang bersifat materi atau fisik tetapi melupakan kebahagiaan iman dan kesejukan takwa. Inilah yang digambarkan oleh Malik bin Dinar rahimahullah, "Orang-orang itu pergi meninggalkan dunia dalam keadaan belum menikmati sesuatu yang terbaik di d...